1, My Address, My Street, New York City, NY, USA
+1234567890
Mon - Sat: 9:00am - 8:00pm
Pengertian Hingga Cerita Taaruf Online Disaat Pandemi Melanda di Indonesia
Pengertian Hingga Cerita Taaruf Online Disaat Pandemi Melanda di Indonesia
Gara-gara viralnya pernikahan pasangan pesohor yang konon tidak pernah saling pacaran sebelumnya, banyak orang yg penasaran dengan tata cara taaruf. Menurut kabar yang beredar, beberapa sejoli itu cuma melakukan taaruf secara daring, dilanjutkan lamaran, kemudian menikah.

Terlepas dari persoalan apakah mereka telah sedang cara taaruf yang benar, keduanya toh sudah meresmikan diri selaku pasangan suami istri sah. Nah, bahu-membahu apa sih taaruf itu? Lalu, bagaimana cara taaruf dalam Islam?

Taaruf merupakan perkenalan antara laki-laki dan wanita untuk tujuan menikah sesuai dengan cara-cara yg disunahkan. Proses perkenalan ini biasanya dilakukan dengan bertamu ke tempat tinggal pihak perempuan sekaligus mengenalkan kedua keluarga. Kata “taaruf” sendiri sudah masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yg yaitu serapan dari bahasa Arab, “lita’arafu” yang berarti saling mengenal.

Cara Taaruf yg Benar


Bagi kau yg ingin tau dengan tata cara taaruf sampai menikah, berikut ini adalah dua tahapan.

Proses Taaruf Online

Sebelum aku bahas lebih lanjut mengenai tahap Taaruf, ada informasi penting juga nih. Untuk kami yang memang sudah menemukan pujaan hati, buru-burulah menikah. Lalu jika kita sudah diberikan momongan, kita boleh mencoba memberikan nama untuk buah hati yang mempunyai kumpulan nama bayi yang indah dan baik.

Saling Membuat Proposal


Jangan bayangkan sistem taaruf itu cuma mengandalkan kesanggupan mengatakan dan meyakinkan calon pasangan dan keluarga. Pasalnya, masing-masing kandidat pasangan wajib menciptakan usulan bagi saling diajukan.

Namanya proposal pasti mesti dibuat secara tertulis serta visi dan misi kandidat pasangan di masa mendatang setelah menikah.

Tidak cukup hanya foto karena mesti dilengkapi dengan data diri dan keluarga, planning program akad nikah, target keturunan dan pendidikan anak, dan pastinya tingkat pengetahuan soal agama Islam. Singkatnya, tawaran ini tak yang lain semacam CV (Curriculum Vitae) untuk keperluan mengenalkan diri ke calon pasangan.

Lalu, siapa yang bakal menyerahkan proposal itu? Kan calon pasangan tidak boleh berjumpa dahulu?

Nah, di sinilah ada peran seorang perantara atau pembina buat mencarikan pasangan lewat usulan yg telah dibuat. Perantara itu juga punya tugas sebagai pengirim usulan ke kandidat pasangan yang diharapkan.

Bertukar Proposal


Kalau sudah ada kandidat yang diharapkan, ajuan itu mampu diberikan kepadanya. Begitu juga sebaliknya, si pemberi juga mulai mendapatkan proposal dari kandidat yg sudah dikirimi. Saling bertukar usulan merupakan salah satu tahapan dari cara taaruf yg benar, dan sungguh memilih langkah ke depannya.

Setelah masing-masing kandidat mendapatkan dan mempelajari tawaran yang diterimanya, pihak mediator akan menanyakan apakah mereka sudah menetapkan opsi. Kalau keduanya sudah merasa mantap, saatnya menertibkan pertemuan.

Proposal yg diterima masing-masing kandidat pasangan itu mulai dipelajari juga oleh pihak keluarga. Peran keluarga penting buat menawarkan yang terbaik bagi anaknya agar benar-benar mampu memilih pasangan terbaik.

Pertemuan Calon Pasangan


Rendezvous | unsplash.com
Cara taaruf dalam Islam berikutnya yaitu bertemu dengan kandidat pasangan. Eits, tunggu lalu. Dilarang keras bertemu cuma berduaan. Kamu dan kandidat pasanganmu hanya boleh ketemu jika didampingi perantara.

Pertemuan itu buat menanyakan kesiapan masing-masing calon. Jika keduanya telah merasa cocok, proses berikutnya mampu dikerjakan. Oh ya, momen meeting dengan calon pasangan ini pun ada adabnya lho.

Masing-masing tak boleh berlebihan dalam menatap calonnya. Spesifik bagi pemuda, pandangan matanya tak boleh jelalatan mengamati kandidat pasangannya.

Lalu, di manakah pertemuan itu dilakukan? Hal ini bisa dibahas dulu antara kedua kandidat pasangan melalui perantara. Lokasi itu seharusnya jangan di salah satu rumah calon pasangan. Lebih baik di kawasan yang netral dan tenteram untuk keduanya. Tentu saja proses pembahasan tempat itu mesti lewat pihak mediator.

Mempertemukan Keluarga dan Khitbah


Nah, saatnya meeting antara dua keluarga dan dilanjutkan dengan khitbah. Apa itu khitbah? Dalam rangkaian sistem taaruf sampai menikah, khitbah merupakan proses peminangan alias lamaran.

Penting untuk dimengerti bahwa jarak dari proses perkenalan pertama hingga merasa cocok dan lamaran tidak boleh terlalu lama. Paling usang sekitar 3 minggu. Seperti yang kalian pahami, taaruf bukanlah pacaran yang kami ketahui pada umumnya.

Taaruf merupakan proses perkenalan antara dua kandidat untuk lalu dilanjutkan ke jenjang yang lebih serius. Jadi, dalam rangkaian sistem taaruf, khitbah sejatinya melibatkan keluarga dari beberapa calon pasangan. Pertemuan antara beberapa keluarga ini mampu sekaligus membicarakan planning acara akad dan resepsi.

Akad Nikah


Kalau seluruhnya telah baiklah, mulai dari tanggal program dan tetek bengek yang lain, dua kandidat tinggal melanjutkan langkah akhir dari cara taaruf yg benar, merupakan mengadakan pernikahan.

Untuk program ijab kabul ini bisa diubahsuaikan akad kedua keluarga selama tak melanggar syariat Islam.

Cara taaruf dalam Islam bantu-membantu tak ribet asalkan semua pihak yang menjalani paham dengan kaidah dan ketentuannya. Toh, tujuan utamanya ialah demi kebaikan dari kedua kandidat pasangan.

Menikah yakni ibadah yang disunahkan dalam Islam, mau menerapkan praktik taaruf atau tak, seluruh kembali pada iktikad pihak yang menjalani. Nah, itulah rangkaian tata cara taaruf hingga menikah yg agar mampu membantumu dalam kehidupan ini.

Pembelajaran Lebih Lanjut : https://taarufonline.co.id